Skip to main content

Posts

Ketua RT Mampu, Masyarakat Maju

  “Mau mendaftar vaksin masih bisa, pak?” Tanya salah satu warga sambil memegang kemudi sepeda motornya. Tampaknya ia baru saja pulang kerja dalam keadaan tergesa-gesa.   “Maaf, mas. Kemarin sudah ditutup, hari ini undangan juga sudah didistribusikan.” Jawabku dengan perasaan berat. Khawatir akan mengecewakannya.   “Kemarin – kemarin apa tidak tahu pengumumannya? Udah di share sejak dua pekan lalu di grup RT/RW.”   Aku berusaha menjelaskan runtutan informasi agar warga tersebut memahami.   “Nggak ada pengumuman apa-apa dari pak RT, pak.”   “Huf,” ku hela nafasku pelan sambil mengucapkan permohonan maaf seraya membesarkan hatinya.   “Semoga kapan-kapan ada lagi, mas.”   Seringkali pengumuman penting yang seharusnya diketahui oleh masyarakat terputus di tengah jalan. Hal ini tentu bukan sekali atau dua kali melainkan rutin terjadi. Bagi sebagian orang mungkin pengumuman itu tidak terlalu penting tapi bagi yang lainnya hal itu mungkin m...

Catatan Malam Pertama

Setelah sekian lama bergelut dengan orang-orang yang positif Covid 19 akhirnya tiba juga saatnya kami harus istirahat sejenak.  Kebetulan kami berdua sama-sama pelayan masyarakat. Saya selalu perangkat Desa sedangkan istri bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit Pemerintah.  Saat rekan-rekan kami satu persatu dinyatakan positif. Dengan sisa tenaga yang ada kami bergelut dengan banyak warga. Mulai mendistribusikan sembako, mengantar tracking warga yang kontak erat, menyiapkan pemakaman dengan protokol kesehatan hingga membantu pemulasaraan jenazah yang meninggal karena Covid.  Mirip tapi tak sama, sang istri sebagai tenaga kesehatan hari-harinya pun banyak dikelilingi orang - orang yang terpapar virus hingga akhirnya sang istri dinyatakan positif setelah melakukan swab mandiri karena merasakan gejala flu.  Kami adalah manusia biasa sebagaimana yang lainnya. Punya potensi terpapar walau sudah berikhtiar. Mengikuti vaksin, menjaga jarak, memakai masker, tidak berk...

"Selamat Jalan Pakde"

Satu hari sebelum kepergiannya kami mengirimkan bantal dan selimut agar tidurnya menjadi nyenyak.  Sudah sepekan ini ia menjalani perawatan di rumah sakit seorang diri. Berteman dengan jam dinding dan televisi di ruang isolasi.  Dengan nafas terengah-engah ia berusaha bertahan dari penyakit yang dideritanya. Bahkan pagi hari ditemani sang istri yang sempat menemani semalaman seolah ia ingin berkata: "Aku masih semangat. "  Tangan kanannya mengepal ke atas hingga terlihat selang infus yang menempel.  Menjelang siang kondisinya semakin membaik ditandai dengan nafsu makannya yang meningkat. Jam pun berlalu, suasana menjadi tak karuan, kali ini kondisinya benar-benar drop.  Sang istri yang selama ini begitu tegar dan sabar tak kuasa menahan air mata menyaksikan kondisinya yang semakin menurun. Ia hubungi adiknya yang bekerja di RSUD Ungaran agar segera datang membantu kakak iparnya melalui pesan suara yang terisak-isak.  Selama perjalanan menuju RSPAW sang kaka...

Tetaplah Semangat Membantu Sesama

Salam Sehat, Semangat dan Kuat untuk kita semua. Bagi yang sudah selesai melaksanakan Isolasi Mandiri kami Ucapkan Selamat Beraktifitas  kembali. Bagi yang masih diuji dengan penyakit kami doakan semoga diberikan kesabaran, semoga ujian ini menghapus dosa-dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Dalam rangka meningkatkan Pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk kewajiban dan tanggungjawab kita, tentu tugas itu tidak bisa diselesaikan oleh satu atau dua orang, melayani masyarakat yang jumlahnya besar dibutuhkan pemikiran yang besar, hati yang besar dan tenaga yang besar. Ada sekian banyak saudara kita yang terpapar mulai dari sakit hingga meninggalkan dunia, baik dari kalangan medis maupun perangkat desa. Entah sudah berapa jumlah anak yatim dan piatu  baru dan keluarga yang  tidak lagi lengkap anggotanya. Rizki kita memang tidaklah banyak, ekonomi kita memang tidaklah kuat sebagaimana orang-orang yang rumahnya megah dan bergelimangan harta. Tapi kita punya niat ...

Covid Berulah Lagi

Ini pengalaman ketiga kami menyiapkan pemakaman dengan protokol kesehatan ala Covid19.  Pemakaman pertama dibantu relawan dari Dinas Sosial Kabupaten Semarang satu tahun lalu, pemakaman kedua pekan kemarin dan ketiga rencananya dini hari ini.  Kabar meninggalnya warga disampaikan melalui grup ta'mir Masjid usai rapat pembahasan teknis pelaksanaan Idul Qurban 1422 H. Hanya berselang sekian menit setelah masuk rumah, tepatnya jam 22.07 WIB.  Sambil rebahan kutunggu kelanjutan kabar pemakaman. Pengumuman lewat speaker masjid dikumandangkan, tak lama HP terdengar panggilan.  "Oh, rupanya mas Supri. " Kuambil HP yang baru saja tergeletak di lantai.  "Informasinya Almarhumah positif Covid19, saat ini posisinya di Yogyakarta," ucapnya.  "Ok, kita siapkan perlengkapan sesuai protkes dan 5 orang relawan yang siap memakamkan, sambil memastikan kesiapan pemakaman. "  Ucapku.  Kuambil kontak sepeda motor dan kantor menuju rumah duka untuk mencari informasi...

Politik itu Dinamis

Oleh: Erfani Mengamati perkembangan politik saat ini semakin unik. Sejak pelantikan kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Jokowi, Rabu, 23/10/2019 kita dikejutkan oleh wajah para Menteri yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Kejutan pertama adalah diangkatnya Fahrul Razi sebagai Menteri Agama pertama dari militer sejak era Reformasi. Kita tahu selama ini Menteri Agama selalu diisi oleh kader Nahdlatul Ulama (NU). Banyak yang menduga posisi yang sama juga pasti ditempati oleh kader NU selaku organisasi Islam terbesar di Indonesia. Kedua, diangkatnya CEO GoJek, Nadiem makarim sebagai Menteri Pendidikan dan kebudayaan. Serupa dengan Kementerian Agama, pos ini juga biasanya diisi oleh kader Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang konsen membangun SDM melalui jalur pendidikan. Ketiga, yang juga menarik adalah masuknya Prabowo Subianto dijajaran Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pertahanan. Tentu saja masuknya Prabowo subianto banyak menimbulkan spekulasi, pasalnya pa...

Merindu Kasih ibu

*Oleh: Erfani* Setiap orang pasti pernah merasakan sakit meriang atau masuk angin. Beragam cara dilakukan untuk menyembuhkannya. Ada yang ke dokter lalu diberi obat, ada yang ke mantri minta disuntik, ada yang pergi ke dukun minta dipijat. Tiap orang punya kecocokan masing-masing, belum tentu dengan penyakit yang sama dan dokter yang sama penyakit yang diderita bisa sembuh. Pengalaman saya pribadi, biasanya jika masuk angin obatnya sederhana yaitu dikerokin sama Ibu. Entah karena sugesti atau apa namanya tangan Ibu serasa mujarab. Makanya jika saya masuk angin, hal pertama yang saya ingat adalah Ibuku. Semoga Allah selalu menjaganya dan senantiasa memberikan kesehatan. Lopait, 15 Oktober 2019 Ditulis saat masuk angin *Erfani*

"Selamat Datang Malaikat Kecilku"

Oleh : Erfani Jam dinding menunjukkan pukul 3 sore. Kurapikan dokumen di meja kerja dan sebuah laptop merk asus. Baru saja hendak kumasukkan ke dalam tas tiba-tiba telpon seluler berdering. Pada layar depan tampak nama Hanafi memanggil, dengan sigap ku angkat telpon itu. "Abi.. ketuban Umi sudah pecah." Katanya polos layaknya anak kecil. "Iya.. Abi langsung pulang." Jawabku sambil tergesa-gesa menutup ruang kantor tanpa sempat merapikan dokumen yang tercecer dan laptop yang masih menyala di atas meja.

Aku Mau Menulis

Oleh : : Erfani Abu Hanafi Bangga rasanya bisa bergabung di grup Penarawa Bangkit, walaupun sebenarnya ngeri-ngeri sedap karena khawatir tidak bisa istiqomah/komitmen dengan peraturan yang ada, tapi karena motivasinya mau belajar apa boleh buat. 

Sensasi Rafting di Sungai Elo

Oleh : Erfani Abu Hanafi Assalamualaikum. Selamat pagi semua. Semoga udah Sholat Shubuh ya. Yang ibu-ibu pasti lagi sibuk-sibuknya menyiapkan urusan keluarga, masak, nyuci dan lain-lain, kalo yang bapak-bapak kira-kira ngapain ya. Kalo saya saya biasanya bantuin bikin api pakai kayu bakar untuk mandi anak-anak, termasuk saya. Hehe.

Seni Mengelola Masalah

Oleh : Erfani Setiap orang pasti punya masalah. Belum selesai yang satu, sudah datang masalah yang lain. Bahkan seringkali masalah itu datang bertubi-tubi. Saat masalah itu datang, jangan lari dari masalah, karena lari dari masalah sama halnya memperpanjang masalah itu. 

Gesekan berorganisasi, haruskah dihindari?

Oleh : Erfani Abu Hanafi Berkumpul dengan banyak orang yang memiliki karakter berbeda bukanlah perkara mudah walaupun memiliki pemahaman sama, sebuah organisasi yang sudah memiliki AD/ART sebagai pakemnya bahkan tidak menjamin anggotanya bebas dari gesekan, gesekan itu bisa terjadi saat kapan pun dan dimana pun, ia bisa muncul sewaktu-waktu tanpa direncanakan. Namun demikian apakah sebuah organisasi tidak boleh jika terjadi gesekan silang pendapat, gesekan strategi dan gagasan?

Mengubah paradigma berorganisasi

oleh : Erfani Abu Hanafi Berorganisasi itu tidak semata-mata hanya mencari ilmu, berorganisasi tidak semata-mata hanya mencari pengalaman. Organisasi adalah tempat dimana kita bisa belajar dari yang tidak tahu menjadi tahu, tempat berbagi pengalaman kepada yang belum tahu, tempat mengeksplorasi potensi menjadi energi dalam rangka mencapai mimpi bersama. Setiap orang memiliki ragam potensi yang berbeda, maka berorganisasi adalah sarana bagi kita untuk menyerap ilmu dari orang yang lebih tahu, menyerap pengalaman dari yang lebih dulu sekaligus berbagi pengalaman kepada yang masih baru. Lebih penting lagi berorganisasi adalah sarana bagi kita memberikan kontribusi terbaik untuk hasil terbaik.

Oleh – oleh Istimewa dari Masjid Jogokariyan

Oleh : Erfani Abu Hanafi 7 September 2019, tepatnya jam 15.30  rombongan kami sampai di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Masjid ndeso percontohan di Indonesia. Menjawab rasa penasaran, usai sholat kuperhatikan bagian dalam Masjid. Tak ada yang istimewa, ruang sholat kisaran 9×9 m2, lantainya beralas karpet biru dengan tulisan Masjid Jogokariyan. Bagian luar terdapat parkiran yang juga tak terlalu besar, daya tampung kira-kira 50 sepeda motor. Madingnya juga biasa-biasa aja. Yang membedakan Masjid ini dengan masjid pada umumnya, beberapa kotak infaq masing-masing ada namanya, berdasarkan pengamatan kami setidaknya ada 5 kotak, 3 kotak masing-masing diberi nama : infaq shubuh, infaq sego jumat dan infaq parkir, sedangkan 2 kotak lagi kosongan tapi sepertinya ada sisa sobekan kertas, mungkin penggunaannya bergantian sesuai kebutuhan.

Birokrasi Ruwet, rakyat Mumet

Udah satu pekan lebih blm posting tulisan diblog karena bingung nyari bahan. Alhamdulillah pagi ini dapat referensi sebagai bahan tulisan… yuk langsung ke TKP..he..he..he Begini ceritanya… Pagi kemarin (5/9) saya mau buatin Akte Kelahiran buat anak saya yang ketiga, anak lho.. bukan istri.., nah .. sebelum datang ke kelurahan saya nelpon petugas kelurahan dulu buat memastikan ada yang stand by ato nggak, sekaligus tanya persyaratan kalo mo masukkan anggota keluarga dan buat Akte Kelahiran apa aja. Singkat cerita, berangkatlah saya ke kelurahan yang jaraknya gak terlalu jauh, kira-kira 500 meter dari rumah, sampai dikelurahan saya ditemui salah satu petugas kelurahan, setelah mengutarakan maksud kedatangan kira-kira 5 menit kemudian selesai surat kelahiran sebagaimana yang saya minta.

Menakjubkan, Segerbong Kereta KRL Penuh dengan Suara Al-Qur'an!

Pemandangan yang tidak lazim di kereta rel listrik (KRL) rute Parung Panjang-Tanah Abang, Kamis (25/6) siang. Lantunan merdu ayat Alquran terdengar sayup-sayup di salah satu gerbong kereta tersebut. Suaranya seakan sahut-menyahut. Kadang lantunan itu jelas, kadang seakan hilang karena kalah dengan kerasnya decit bunyi rem kereta. Suara-suara merdu Alquran itu dilantunkan puluhan remaja perempuan yang memenuhi bangku di gerbong ketiga.

Tips Hidup 1000 tahun

Usia Produktif Manusia Kurang lebih masa produktif umur manusia sekarang adalah 20 thn. Bila umur seseorang 60 thn, maka untuk tidur saja ia perlukan 22 thn jika tiap harinya ia tidur 8 jam. Lalu, 15 tahun adalah masa kanak2, puber dan penyesuaian. Untuk makan, buang hajat, transportasi, istirahat dan hal privacy lainnya menghabiskan 2-3 jam perharinya. Jika ditotal memakan usia sekitar 5 tahun. Sepertiga sisa usianya (20 tahun) inilah yg harus DIPERTARUHKAN UNTUK BISA PRODUKTIF untuk kepentingan dunia dan akhiratnya. Manusia modern berusaha produktif, efisien & efektif. Saking produktifnya, ada org yg merasa kurang dgn rotasi waktu 24 jam. Dgn kemajuan teknologi, secara aktivitas duniawi manusia sekarang bs jd tlah melampaui batas efisensi usia hingga 1000 thn. Segala sesuatu dibuat serba instan, praktis, cepat dan otomatis; makanan, minuman, barang2 elektronik hingga ilmu pengetahuan.

Kata siapa saya tidak bisa menjual?

Sengaja saya nulis judul diatas karena banyak diantara kita yang takut jika disuruh menjual, bahkan ketika bicara tentang kata-kata marketing mesti yang ada dibenaknya identik dengan pekerjaan yang menjenuhkan, namun apakah kalian tahu bahwa INTI BISNIS yang sesungguhnya adalah MENJUAL, perusahaan-perusahaan itu eksis karena melakukan penjualan, seandainya tidak ada penjualan bagaimana bisa menggaji karyawan bukan?

Pusat Oleh - oleh di Semarang Jawa Tengah

Outlet Tahu baxo Ibu Pudji Ungaran Alamat di Jl. Diponegoro batas kota Ungaran atau telp. 024 769 14420.   Mijen Ungaran Kab. Semarang

Ratusan truk demo, arah Semarang macet

dok: beritasatu.com Pagi ini (23/2) ratusan truk arak-arakan menuju kantor Gubernuran Jawa Tengah, mereka datang dari sejumlah daerah mengendarai truk dan mobil pribadi, iring-iringan itu tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Independen diantaranya dari Paguyuban Penambang Pasir Magelang (PPPM) dan Konfederasi Serikat Nasional (KSN). Demo ini sebagai buntut dari kebijakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mengaktifkan kembali jembatan timbang berbasis IT sehingga truk yang mengangkut muatan lebih dari 25 persen tidak bisa lewat dan kena tilang, kebijakan lain yakni penertiban penambangan liar dan galian C di sejumlah daerah yang menjadi penyebab kerusakan jalan. Di depan kantor Gubernur mereka menuntut  pemberlakuan toleransi JBI 75 persen, mempermudah izin galian C dan mengembalikan seluruh armada dan alat berat yang telah disita. Hingga berita ini diturunkan ratusan truk masih terparkir disepanjang jalan menuju kantor Gubernuran. (Erf)