Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Politik

Pemilih pemula dalam pemilu 2014 di Kab. Semarang

Siapa Ketua Umum PDIP? Tanya seorang narasumber, “Kudet pak alias kurang update” kata seorang siswa, selanjutnya narasumber bertanya kepada yang lain, siapa Ketua Umum partai Demokrat? “Kudet pak” jawab siswa lainnya, akhirnya narasumber memberikan pertanyaan ringan kepada siswa siswi tersebut, siapa guru bahasa Inggris kalian? Serentak mereka menjawab nama gurunya.

Merdeka Indonesia ternyata mimpi

MERDEKA SEBATAS MIMPI  20.31    No comments 68 tahun sudah Indonesia merdeka dari penindasan bangsa asing yang telah bercokol dinegeri ini selama ratusan tahun, namun selama 68 tahun itu pula bangsa kita bias dalam merasakan arti kemerdekaannya. Bayangan akan kesejahteraan, keamanan, dan segala bentuk kebahagiaan yang diimpikan seolah menggantung dilangit tanpa kepastian, harapan dan keinginan besar menjadi Negara yang berdaulat dan mapan secara ekonomi belum terwujud sepenuhnya, sebaliknya bangsa Indonesia justru semakin kabur dari cita-cita sesungguhnya, rasanya pantas menganalogikan bangsa ini dengan “ orang berlari mengejar bayangan sendiri .”

Analisa politik 2014 di Kabupaten Semarang bag. 1

Tahun 2013 sering juga disebut sebagai tahun politik, sebab ditahun ini berbagai tahapan Pemilu 2014 mulai dilaksanakan bahkan kampanye parpol yang sebelumnya hanya beberapa bulan sebelum Pemilu diselenggarakan kini mendapat alokasi waktu yang relatif lebih panjang yaitu satu tahun, begitu pula dengan kampanye Calon Legislatif (Caleg) dari masing-masing parpol relatif lebih lama dari periode sebelumnya.

Analisa politik 2014 di Kabupaten Semarang bag. 2

Pemilu baru saja usai, kompetisi memperebutkan kursi panas sudah mencapai garis finish dengan ditetapkannya hasil perolehan suara dan kursi masing-masing partai sesuai dengan levelnya. Jika di pusat kursi PKS mengalami penurunan dari yang semula 57 menjadi 40, di Kab. Semarang mengalami peningkatan dengan menambah 1 kursi di dapil 5. Sebagaimana kita ketahui perolehan kursi PKS tahun 2009 mengalami penurunan dengan hilangnya kursi didapil 5, namun dengan kerja keras para Caleg dan kader PKS kursi itu dapat diraih kembali, itu artinya pertanyaan penulis pada tulisan sebelumnya yang mengatakan “apakah PKS mampu merebut kursi didapil 5?” Kini terjawab sudah.

Pemilu di indonesia tujuan pemilu contoh penerapannya sekarang

Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2014 baru saja usai, hajatan besar bangsa Indonesia yang terjadi setiap lima tahun sekali untuk memilih wakil rakyat yang bertugas melayani kepentingan rakyat walaupun ditengah perjalanannya mengalami distorsi makna dari yang seharusnya melayani rakyat menjadi majikan rakyat, dibulan ini pula ribuan anggota DPRD yang baru saja terpilih diambil sumpahnya secara serentak dihadapan Pengadilan Agama sebagai bentuk deklarasi diri menjadi wakil rakyat yang siap mengemban amanah dan ikrar tidak melakukan tindakan-tindakan yang berbau korupsi, kolusi, nepotisme maupun kejahatan lain yang dapat merugikan rakyat.

Dampak pemilu langsung dan tidak langsung di Indonesia

Setiap ajang pilihan pasti meninggalkan dampak sosial, masih ingat kabar Pemilihan Kepala Desa di Kab. Semarang yang menelan korban nyawa lantaran saling sengketa antara pendukung yang kalah dan yang menang? Inilah demokrasi yang dipuja itu, mulai dari pilihan Presiden hingga pilihan tingkat desa menggunakan system demokrasi secara langsung alasannya agar mengakomodir suara rakyat, tak heran jika kini system itu dievaluasi ulang mengingat dampak sosial dan biaya yang digunakan begitu besar jumlahnya. Indonesia sendiri sebenarnya sedang belajar demokrasi.